Belajar dari Sandiaga Uno

sandiaga uno

Selasa pagi, cuaca di luar mendung, hari ini sepertinya tidak ada sesuatu yang urgent dikerjakan. Niatkan untuk Youtubing, cari makanan yang bergizi untuk nutrisi otak.
Klik sana sini, akhirnya saya menghentikan pada seoarang pengusaha muda bernama Sandiaga S. Uno, kenapa beliau yang saya pilih karena saya tertarik dengan judul seminarnya tentang “Bervisi Besar Berdompet Kosong”.

Sekilas tentang siapakah Sadiaga S. Uno ini, beliau adalah merupakan salah satu pendiri Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998. Awal mula beliau memulai usaha ini karena pada waktu krisis ekonomi Indonesia beliau di PHK. Beliau memberanikan diri untuk mencoba merintis usaha barunya bersama 3 orang temannya dengan menyewa ruangan 4 x 5 meter persegi di bilangan Kuningan Jakarta Selatan. Dan pada akhirnya, saat ini beliau sudah memiliki kurang lebih 20.000 karyawan. Yang membawa beliau hingga sejauh ini adalah passion-nya untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan juga bangsa Indonesia. Untuk itu, kita tidak boleh lengah karena kesempatan hanya datang sekali. Kesempatan itu datang hanya pada orang yang siap. Subhanallah, memang Allah tidak akan menguji seseorang di luar batas kemampuannya. Terbukti dengan Sandiaga S.Uno ini, beliau bangkit dari masalah hidupnya dan mulai menemukan jalan kemudahan yang ditunjukkan oleh Allah SWT.

Menurut beliau “Bagaimana caranya menjadi orang yang superkaya?” Beliau berkata yang terpenting bukan menjadi orang kaya namun yang lebih penting adalah kontribusi yang ingin kita berikan kepada masyarakat, yang kita perjuangkan. Manfaat apa yang ingin kita wariskan bagi dunia. Karena suatu saat peringkat, kekayaan, saham, dan network tidak akan dapat memotivasi kita. Namun yang akan mendrive kita adalah impactlegacy, dan kontribusi yang akan kita tinggalkan bagi dunia.

Jleeeb banget ya apa yang dikatakan beliau. Kadangkala kita hanya memikirkan uang dan kekayaaan sebanyak-banyaknya untuk kepuasan lahir, namun banyak yang melupakan manfaat dari kekayaan tersebut untuk membantu sesama juga memajukan bangsa. Yang terpenting menurut beliau adalah tentang VISI seseorang.

Contoh kisah Soichiro Honda, apa yang sebenarnya Honda inginkan? Ia tidak menginginkan kekayaan. Tapi ia bermimpi kelak setiap orang memiliki mobil. Honda memikirkan adanya kemudahan bertransportasi bagi setiap orang. Ia bermimpi mobil yang terjangkau bagi semua orang. Bukan hanya orang Jepang, tapi orang di seluruh dunia. Ya, inilah visinya sewaktu ia memulai usaha sebagai pembuat mobil. Tidak sedikit yang menertawakan ide Honda ini bahkan orang Amerika menghinanya yang mengganggap mobil ciptaannya berkualitas rendah. Namun ia tetap bertahan karena mobil inilah yang Honda inginkan, mobil yang terjangkau bagi semua orang. Dengan bertambahnya pengalaman, mobil Honda kualitasnya bertambah baik.

Contoh lainnya adalah Steve Jobs, si pendiri Apple. Visinya adalah beliau menginginkan komputer yang bisa digunakan oleh semua orang. Steve Jobs menginginkan komputer yang mulanya barang yang mahal dan langka, dan ukurannya yang sangat besar, dapat dikecilkan menjadi kebutuhan semua orang. Komputer ini kelak dapat membantu orang banyak dalam mengoptimalkan pekerjaan sehari-hari. Ia tidak pernah bermimpi bahwa suatu ketika Apple lebih besar dari Microsoft, seperti yang terjadi saat ini .

Hal serupa juga dialami oleh seorang Tony Fernandes. Tony Fernandes tidak bermimpi untuk menjadi selebritis ataupun menjadi orang paling kaya di Malaysia. Namun saat ini dialah orang terkaya ke-12 di Malaysia. Mimpinya adalah membuat air travel yang terjangkau bagi semua orang Malaysia. Dulu, untuk terbang dari Kuala Lumpur ke Singapura membutuhkan biaya USD 300-400 per orang. Dengan konsep Air Asianya, Tony Fernandes membuat penerbangan yang terjangkau bagi semua orang. Hingga sekarang dari Kuala Lumpur ke Singapura bisa hanya USD 15. Dengan slogannya “Now Everyone Can Fly” Air Asia. 

Sedangkan Visi dari seorang Sandiaga S. Uno sendiri adalah memiliki visi Indonesia bisa setara. Beliau melihat walau Indonesia memiliki banyak potensi, potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, namun Indonesia masih diragukan, tidak dianggap setara. Yang mendorong beliau dalam beraktivitas adalah Indonesia menjadi setara dalam hal potensi. Beliau bilang “Jika saya mengejar kekayaan, saya hanya akan terus mengejar transaksi-transaksi berikutnya tanpa mau membagi ilmu”.

Yang dapat dipetik dari pelajaran kisah sukses di atas adalah “it’s the vision, not the money.” Jika kita dapat mendefinisikan visi kita dan konsisten dalam mengejarnya, uanglah yang nantinya akan mengejar kita. ~ Sandiaga S. Uno ~

Bahasan yang saya suka dari Sandiaga S. Uno ini yaitu menjelaskan tentang dibalik kesuksesan seseorang pasti ada orang yang terlibat dibelakangnya yang menjadi Apprenticeship atauMentorship atau ‘Nempel’. Sandiaga S. Uno sendiri pun ‘nempel’ dari William Soeryadjaya, pemilik Astra. Kunci dari apprenticeship ini sejalan dengan kunci kesuksesan menurutnya. Adapun kunci dari apprenticeship adalah :

  1. Kejujuran
  2. Kepercayaan
  3. Never give up
  4. Think outside the box

Jadi, seorang pebisnisis atau pengusaha diperlukan seorang mentor atau pembimbing. Nabi Muhammad SAW juga memiliki mentor dari pedagang-pedagang yang sudah lebih dahulu sukses. Sandiaga S. Uno mengatakan apprenticeship inilah yang mampu membuat seseorang meng-upgrade dirinya dari pemula menjadi ahli. Dari yang tidak tahu apa-apa menjadi serba tahu.

Mentor atau guru pembimbing sangat diperlukan dalam berbisnis. Contoh sewaktu dulu kita sekolah pun ada guru yang membimbing dan mengajari kita. Dalam bisnis pun kita harus punya gurunya, jika sudah tidak ada ide dan mentok pasti cukup sulit memikirkannya sendiri pasti akan lebih mudah kalau kita memiliki mentor untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Apakah sudah memiliki mentor atau ‘role model‘ bagi kesuksesan Anda? Mentor bisa orang tua kita, suami atau istri, tokoh agama, pengusaha bahkan artis. Nah mulailah untuk mencari mentor bagi kesuksesan Anda, sekarang!

Selamat mencari mentor.

Salam dari Mantan Bunda Kantoran
Ratna Intan Mutiarasari
PIN : 293999F9 | www.pastisuks3s.com

 

No related posts.

About Ratna Intan

Hi saya Ratna Intan, seorang ibu rumah tangga, mantan karyawati Swasta 8 tahun bekerja memilih resign karena ingin selalu berada dekat dengan buah hati. Menurut saya rezeki itu bisa datang darimana saja, dari rumah pun masih bisa menghasilkan. Terbukti saat ini saya sudah memiliki penghasilan 16-17jt/bln dari berbisnis d'BCN Oriflame. Impian saya adalah ingin membahagiakan orang-orang tercinta dan juga orang lain yang membutuhkan.

Speak Your Mind

*