Kerja dasteran, gaji blazeran

Sejak sekolah di bangku SMA, orang tua selalu bilang sama saya “Intan, nanti kalau kuliah ambil jurusan yang gampang cari kerjaan ya”. Maklumlah orang tua hanya seorang PNS, dan saudara rata-rata juga seorang pegawai jadi kepingin anaknya juga kelak jadi pegawai. Karena sering dibilang begitu, jadilah otak ini merekam, “LULUS KULIAH CARI KERJA”. Sehingga tidak pernah terbesit dipikiran untuk menjadi seorang pebisnis. Alhamdulillah kuliah diterima di jurusan yang memang mudah untuk mencari pekerjaan sehingga habis wisuda langsung diterima kerja.

Seiring waktu berjalan, senang menjadi seorang karyawan, kerja didepan komputer, gedung bertingkat, naik turun lift, pakai baju blazer, sepatu bagus meski bukan hak tinggi karena memang tidak terbiasa pakai hak tinggi. Sampai pada suatu titik ada rasa kurang nyaman dengan kerja kantoran ketika sudah menikah dan punya anak. Selain itu adanya tekanan pekerjaan, sering lembur, kesenjangan gaji antara pegawai lama dan pegawai baru. Disinilah perang batin dimulai. Satu sisi sayang kalau melepas pekerjaan, di satu sisi ada rasa kasian sama anak yang sering saya tinggal dari pagi sampai malam karena bekerja. Mulailah saya memberanikan diri untuk mencari bisnis yang bisa dikerjakan di rumah tapi masih bisa berpenghasilan. Dengan pengalaman minim, saya coba menjelajah di mesin pencarian di internet kira-kira peluang bisnis apa yang bisa menjawab semua permasalahan saya. Sering lihat webnya d’BC Network berkeliaran di internet tapi saya tidak tahu itu bisnis apa dan anggapan saya bisnis itu harus punya modal besar, punya stok barang, punya pegawai.

Dengan berbekal tabungan seadanya saya pun akhirnya memutuskan untuk mencoba menjadi pedagang online yang modalnya tidak perlu sewa toko dan bayar gaji pegawai sehingga modal yang pas-pasan ini masih bisa jalan. Saat itu ditahun 2008 saya mulai mencoba menjual baju, jilbab, mainan, mukena dan lain-lain lewat online shop yang saya buat sendiri websitenya karena kebetulan ada background programmer. Tapi lama-lama kok modal yang dikeluarin semakin besar ya karena setiap minggu harus punya stok barang baru kalau jualannya mau laku untuk mengikuti permintaan pasar padahal stok yang sebelumnya belum habis terjual.

Mulai galau dengan modal yang mulai menipis juga keuntungan belum kelihatan ditambah merasa kerepotan sendiri karena semua saya yang kerjakan dari mulai belanja barang, foto barang, unggah foto ke website, bungkus barang sampai kirim ke ekspedisi. Tak berapa lama di tahun 2009 teman menawarkan peluang bisnis Oriflame yang saat itu pendaftarannya hanya Rp 39.900, selidik punya selidik ternyata bisnis ini iklannya sering saya lihat yaitu d’BC Network. Dulu memang produknya pernah saya beli tapi tidak tahu ternyata ada peluang bisnisnya. Berhubung waktu itu sudah terlanjur punya bisnis online jadilah saya tidak langsung fokus mengerjakannya karena sudah banyak modal yang keluar dari online shop saya sayang kalau dilepaskan. Tapi sejak melihat teman sendiri sudah punya penghasilan 4 JUTA-an dari Oriflame dan hanya bekerja dari rumah saja saya mulai melirik dan berniat untuk fokus mengerjakannya. Sering ikutan acara Oriflame, mulai belajar berkenalan dengan orang baru, mulai belajar jualan, ikut training baik offline maupun online. Apapun saya kerjakan demi untuk bisa segera resign.

Upline selalu ajarkan saya 3 hal jika ingin sukses di Oriflame, yaitu Tutup poin (TUPO), Rekrut, dan Bina. Kenapa sih kok harus kerjakan 3 hal tersebut yang kebanyakan orang takut masuk MLM karena harus melakukan ini. Bagi saya yang sudah punya pengalaman berumah tangga, kerja kantoran, dan online shop yang namanya tutup poin, rekrut dan bina sudah pekerjaan yang tidak asing lagi. Kok bisa? Yuk saya coba jabarkan satu per satu.

  1. Tutup Poin ibarat komitmen di istilah perMLMan. Sama halnya kita berumah tangga, komitmennya ya seperti bayar listrik, bayar asisten rumah tangga kalau ada, kebutuhan belanja bulanan, SPP anak sekolah, dll. Sedangkan di  kantor komitmennya harus rela membarter waktu, pikiran dan tenaga dari jam 8 pagi – 5 sore bahkan lebih, ongkos pulang pergi ke kantor, makan, dll. Dan kalau berbisnis konvensional ya harus siap komitmen stok barang, gaji pegawai, sewa toko/ruko, bayar listrik, dll. Yang intinya setiap usaha pasti ada pengeluarannya baik secara materil, tenaga, juga waktu. Karena di Oriflame tidak ada bosnya, tidak ada yang pantau kerja kita seperti apa, dan tidak harus pergi ke kantor, maka komitmennya adalah mengalihkan belanja bulanan seperti kebutuhan sabun, sampo, bodycream, parfum, bedak, lipstik, perawatan wajah, minuman kesehatan, dll jadi memakai produk Oriflame. Yang biasa membeli kebutuhan tersebut di warung atau supermaket tapi ini dijadikan sebagai modal bisnis. Produknya cepat habis dan dipakai untuk seluruh anggota keluarga sehingga tidak mubazir, silahkan cek produknya di www.oriflame.co.id. Dan di Oriflame komitmennya sekitar 650-700 ribu tiap bulan, boleh produknya pakai sendiri atau jual lebih untung. Bayangkan dulu saya punya online shop harus mengeluarkan modal sekitar minimal 5 jutaan tiap bulannya. Dan kalau kerja kantor saya harus mengeluarkan ongkos makan dan bensin karena naik motor dan itu kurang lebih sama dengan biaya tutup poin saya di Oriflame belum lagi tenaga dan waktu kita yang dikuras. Bos akan menggaji kita kalau kitanya rajin kerja, tidak pernah bolos kerja atau mangkir, performance kerjanya bagus, dll. Di mata bos mungkin saya rajin bekerja tapi di mata anak-anak saya seorang ibu yang tidak pernah berada di dekatnya saat mereka sakit. Jadi tutup poin bukan sesuatu yang harus ditakutkan lagi justru ini yang akan menentukan berapa bonus yang akan kita terima tiap bulannya di Oriflame.
  2. Rekrut ibarat kita mengajak orang lain juga untuk sukses seperti kita. Suatu perusahaan akan maju apabila mereka merekrut karyawan yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Tanpa pegawai perusahaan tidak bisa jalan juga, masa ia bos sanggup mengerjakan semuanya, tentu tidak kan? Perusahaan juga butuh dibantu agar bisnisnya cepat berkembang dan untung. Namun kadang kala kalau di kantor kerja sudah bertahun-tahun atau puluhan tahun gaji segitu-segitu aja tidak sebanding dengan kenaikan kebutuhan pokok yang naiknya sering. Jadi rekrut saya anggap ini tujuannya untuk membantu membuka pintu rezeki orang lain lewat bisnis Oriflame. So, gak perlu takut juga untuk mengajak atau merekrut orang lain yang belum bergabung dengan Oriflame agar mereka juga bisa punya penghasilan seperti kita.
  3. Bina ibarat mengajarkan orang untuk menjadi mahir. Ya seperti saya dulu kerja kantor, masuk kerja tidak langsung bisa pegang semua kerjaan, saya harus dilatih dulu sampai bisa, begitu juga kalau kita punya bisnis konvensional mengajarkan karyawan bagaimana menawarkan barang kepada pengunjung, bagaimana membuat mereka mau membeli produk kita, dll. Jadi harus takut membina? rasanya tidak kalau kita mau bisnis kita ingin berkembang.
Setelah 7 tahun saya mengalami naik turunnya bisnis ini. Saya semakin paham kalau sukses itu memang butuh perjuangan. Saya memang bukan “the fastest leader” tapi kalau bisnis ini dikerjakan dengan konsisten, komitmen, fokus, sabar, ikhlas dan semangat pasti hasil akan mengikuti. Ini bisnis, bukan kerja kantoran yang gajinya tetap. Namun di Oriflame meski bonusnya turun naik turun lagi naik lagi tapi cenderung kenaikannya drastis. Jadi ini yang membuat saya mengerjakan bisnis ini bukan coba-coba atau iseng-iseng belaka tapi saya kerjakan ini dengan serius. Kerja kantoran mana yang mau menggaji dari Rp 29.309 menjadi Rp 16.490.997 dalam waktu 7 tahun? Di Oriflame itu bisa terjadi.

perjalanan bonus Oriflame

Banyak yang menyerah di bulan pertama join atau bahkan setahun join karena tidak sabar melewati prosesnya, merasa kok bonusnya tidak naik-naik, kok levelnya segitu-segitu aja. Akhirnya menyimpulkan sendiri “bukan rezeki saya disini, saya cari kerja lagi aja deh dapat gaji yang pasti-pasti aja, MLM cuma buang-buang duit aja, saya gak punya modal, saya gak jago ngomong”, dan segala keluhan yang menyalahkan pihak luar bahkan dirinya sendiri yang tidak yakin sama kemampuannya padahal ada Allah SWT yang akan bantu kita kalau kitanya mau terus berusaha.

Karena di awal saya sudah siap lahir batin lewati prosesnya, Alhamdulillah pada saat bonus Oriflame saya sama dengan gaji kantor saya berani mengajukan resign. Saat itu memang ragu karena takut kehilangan pekerjaan, tapi karena saya yakin Allah SWT pasti akan bantu saya, masa iya gara-gara saya resign rezeki saya juga berhenti, kan engga begitu ya :)

Dan Alhamdulillah memang rezeki akan datang bagi orang-orang yang optimis dan terus berusaha. Kerja kantor memang enak, gajinya stabil tapi cenderung agak susah naik itu pun hanya setahun sekali dan waktu lebih banyak di kantor dibanding bersama keluarga. Bisnis konvesional juga memang enak tapi butuh modal sangat besar kalau mau terus bertahan dan mengikuti pasar tapi karena saya tidak punya banyak modal jadi saya tidak teruskan lagi. Di Oriflame modalnya terjangkau tapi hasil yang didapat sepadan dengan usaha yang dikerjakan bahkan lebih. Lihat saja grafik gaji kantor saya dengan bonus Oriflame. Yang gaji kantor cenderung statis, sedangkan di Oriflame bonusnya meski naik turun tapi cenderung naik terus.

grafik bonus

Inilah bisnis yang saya cari, bisnis yang bisa dikerjakan dirumah, dimana saja, kapan saja tanpa harus meninggalkan anak-anak. Tetap menjadi ibu yang selalu hadir setiap saat jika mereka membutuhkan saya. Ruang kerja saya hanya beberapa centimeter dari meja belajar anak saya.

kerja dengan anak-anak

Sungguh percepatan rezeki yang saya rasakan di bisnis ini. Biarlah kerjanya cuma dasteran di rumah tapi gaji blazeran seperti di kantor. Lebih baik saya relakan status pegawai di kantoran meski dulu memang cita-cita ingin menjadi wanita karir. Tapi lebih berharga waktu saya dipakai untuk anak-anak dan keluarga.

Kalau seandainya saat itu saya menyerah, kalau seandainya saat itu saya tidak sabar, kalau seandainya saya malu harus jadi pebisnis MLM padahal lulusan PTN terkenal dan kalau saja saya hiraukan omongan orang yang menganggap ini bisnis tipu-tipu atau abal-abal. Mungkin saat ini saya masih berada di belakang meja, jarang bersama anak-anak dan keluarga padalah mereka sedang butuh saya. Alhamdulillah saya bersyukur dipertemukan dengan Oriflame yang sudah mengubah hidup saya 180 derajat. Inilah saya sekarang, kerja dasteran gaji blazeran 😀

bonus april 2016 watermark

marun1

Buat Anda yang masih berproses menapaki satu demi satu tangga sukses Oriflame, jangan pernah menyerah sedikitpun. Yakin yakin yakin suatu saat nanti pasti sampai puncak asal terus berlajar, terus berusaha, terus berdoa. Selamat berjuang para pejuang impian keluarga.  Karena setiap mimpi layak untuk diwujudkan #oriflamechangeslives#goDiamond

Mau impian Anda juga terwujud? Segera daftarkan diri Anda sekarang juga bersama ratusan ribu konsultan Oriflame yang sudah berhasil mewujudkan impiannya satu persatu. Dan kami salah satunya…

Salam dari Mantan Bunda Kantoran
Ratna Intan Mutiarasari
www.pastisuks3s.com

No related posts.

About Ratna Intan

Hi saya Ratna Intan, seorang ibu rumah tangga, mantan karyawati Swasta 8 tahun bekerja memilih resign karena ingin selalu berada dekat dengan buah hati. Menurut saya rezeki itu bisa datang darimana saja, dari rumah pun masih bisa menghasilkan. Terbukti saat ini saya sudah memiliki penghasilan 16-17jt/bln dari berbisnis d'BCN Oriflame. Impian saya adalah ingin membahagiakan orang-orang tercinta dan juga orang lain yang membutuhkan.

Speak Your Mind

*