Investasi waktuku untuk anak-anakku

Dulu punya cita-cita jadi wanita karir, bayangan saya jadi wanita karir itu hebat, kerja di kantor gedung bertingkat, pakai sepatu hak tinggi, pakai baju blazer tiap hari ganti, naik turun lift, hihi..padahal statusnya ‘pembantu’ perusahaan orang lain, istilah kerennya karyawati hehe..gaji juga cuma numpang lewat, lewat tanggal 3 sudah habis bayar cicilan ini itu.

Tapi sejak menikah dan punya anak, kayaknya gak lagi deh kejar titel wanita karir. Saya lebih memilih dirumah kayaknya enak deh lihat orang lain yang bundanya di rumah, rawat anak-anaknya sendiri, suapin anak-anaknya sendiri. Lah saya masih ngerepotin orang tua. hiks..Lebih baik waktu saya yang berharga dari jam 8 – 5 sore untuk bersama anak-anak dibanding kerja kantor.

Sebelum memberanikan diri mengajukan surat resign, saya mencari peluang bisnis yang bisa dikerjakan di rumah tapi tetap berpenghasilan seperti di kantor. Kenapa kok masih cari penghasilan katanya mau fokus urus anak-anak? Lah kalau gak cari tambahan penghasilan kasian donk suami saya kerja sendirian cari uang untuk saya dan anak-anak, cari uang untuk bayar cicilan rumah, dan lain-lain. Memang sih suami berkewajiban mencari nafkah untuk keluarga tapi saya gak mau jadi istri yang gak mandiri. Setidaknya saya bisa jadi wanita yang mandiri secara finansial bisa bantu orang tua sendiri, bisa bantu orang lain, bisa bantu beli kebutuhan rumah tangga lain tanpa harus menggangu belanja bulanan yang setiap bulan suami saya berikan.

Tapi memang tujuan saya resign dari kantor yaitu agar punya waktu yang berkualitas untuk anak-anak saya. Mungkin ada beberapa bunda yang masih mempercayakan ‘asisten rumah tangga’ untuk mengurus anak-anaknya bahkan sampai tidurnya pun sama ‘si mbak’ karena bundanya sering pulang malam. Menurut saya bukan itu yang anak-anak kita inginkan. Mereka butuh ibu yang melahirkannya mendekapnya setiap saat dia butuh, menemaninya belajar, menemaninya bercanda, mengelus kepalanya ketika sakit dan memberi kata-kata motivasi yang membangkitkan dirinya dari perasaan sedih dan kecewa. Alhamdulillah, investasi waktuku untuk anakku sudah terlihat pada perkembangan prestasi Nazma di sekolah. Sejak Nazma umur 3 tahun saya sudah bisa berada dekat dengan Nazma. Saya tidak mau melewatkan usia emas yang kata orang masa-masa perkembangkan otaknya sedang dibentuk.  Biarlah saya tidak menjadi wanita karir di kantor, tapi ijinkan saya berkarir dari rumah tapi tetap punya waktu berkualitas untuk 2 anak saya Nazma dan Gibran.

Alhamdulillah kemarin bagi raport Nazma peringkat ke-2 di kelasnya dari 41 siswa di SDI Al-Hasanah Ciledug Tangerang. Gak cuma Nazma yang butuh perhatian bundanya, sejak adiknya lahir, Gibran pun jadi prioritas waktu saya berikutnya. Melihat mereka bertumbuh ada rasa puas dan bahagia, bersyukur sejak Gibran lahir saya sudah berada selalu dekat dengannya.

piagam nazma

gibran

Beruntungnya bisnis ini tidak mengganggu perhatian saya kepada anak-anak, tidak perlu keluar rumah tiap hari, meja kerja saya dekat dengan meja belajar anak saya jadi kapanpun saya kerjakan bisnisnya saya juga sambil bersama anak-anak.

belajar bersama

bertiga

Jadi kata siapa bunda tidak bisa berkarir di rumah tanpa mengesampingkan perhatian anak-anak. Justru saya sedang berinvestasi lewat Oriflame untuk menciptakan waktu yang berkualitas untuk anak-anak. Yuk bunda, investasikan waktu kita yang berharga ini untuk masa depan anak-anak kita kelak, sukses gak harus dari kantor kok, dari rumah pun bisa berkarir lewat Oriflame.

Salam dari Mantan Bunda Kantoran
Ratna Intan Mutiarasari
PIN : 293999F9 | www.pastisuks3s.com

No related posts.

About Ratna Intan

Hi saya Ratna Intan, seorang ibu rumah tangga, mantan karyawati Swasta 8 tahun bekerja memilih resign karena ingin selalu berada dekat dengan buah hati. Menurut saya rezeki itu bisa datang darimana saja, dari rumah pun masih bisa menghasilkan. Terbukti saat ini saya sudah memiliki penghasilan 16-17jt/bln dari berbisnis d'BCN Oriflame. Impian saya adalah ingin membahagiakan orang-orang tercinta dan juga orang lain yang membutuhkan.

Speak Your Mind

*